Berawal dari sebuah
prolematika yang menyatakan bahwa masalah yang dihadapi tidak bisa hanya
melakukan pemrograman maka terciptalah
sebuah sistem cerdas. Apa itu sistem cerdas? Sistem cerdas adalah kecerdasan yang diciptakan
dan ditanamkan ke dalam suatu mesin (hardware) yang diharapkan dapat melakukan
pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Jadi membuat suatu sistem yang
dapat berpikir, bertindak, menalar, memiliki perasaan layaknya manusia pada
umumnya.
Sistem cerdas sendiri
pun memiliki peranan untuk memudahkan dalam memecahkan suatu masalah dengan
mengajari mesin tersebut, bukan dengan memerintahnya. Dengan berbagai keuntungan
yang diberikan oleh sistem cerdas seperti membantu, memudahkan, dan mengefisienkan
pekerjaan manusia. Banyak pakar yang
akhirnya berlomba hingga taka da habisnya untuk menciptakan sebuah karya yang
canggih dan berguna untuk manusia.
Seorang pakar
teknologi berkebangsaan Amerika Serikat, Ray Kurzweil memprediksi komputer
akan mencapai tingkat kecerdasan setara manusia pada 2029. Hal tersebut
disampaikan Director of Engineering Google tersebut dalam sebuah wawancara pada
Konferensi South by Southwest (SXSW) di Austin, Texas, AS. Tidak hanya Ray
Kurzweil yang mengemukakan pendapat seperti itu, fisikawan Inggris Stephen
Hawking, CEO Tesla Elon Musk dan pendiri Microsoft Bill Gates juga
pernah mengemukakan hal serupa. Meski mereka cenderung memperingatkan dampak
negatif hal tersebut, Kurzweil justru tidak khawatir kecerdasan buatan
berpotensi memperbudak manusia.
Bahkan Kurzweil sendiri memprediksi sekitar tahun 2030, kecerdasan
buatan akan mulai berada dalam tubuh manusia, terhubung dengan bagian otak
bernama neokorteks. Dengan bantuan kecerdasan buatan itu, manusia bisa menjadi
lebih dalam hal apa pun yang ia inginkan, misalnya menjadi lebih jenaka maupun
lebih piawai dalam bidang musik.
Dengan kondisi seperti sekarang saja dengan adanya alat teknologi yang ada seperti hp , laptop atau komputer saja
sudah membua t manusia menjadi manusia yang hedonisme, bagaimana nanti
dengan perkembangan yang akan datang seperti yang dikatakan diatas dengan
bantuan kecerdasan buatan menurut para ahli malah akan memperbudak
manusia. Prediksi para ahli, kecerdasan buatan akan mulai berada dalam tubuh
manusia, terhubung dengan bagian otak bernama neokorteks dan manusia akan
menjadi lebih dalam segala hal yang dinginkan.Namun manusia mempunyai karakter
yang berbeda beda ,apabila dipasangkan pada manusia yang baik maka tidak akan
mengkhawatirkan ,tapi apabila dipasangkan alat kecerdasan buatan tersebut pada
manusia yang mempunyai karakter negatif ini akan sangat membahayakan. Akan tetapi tetap saja banyak ahli yang
mengembangkan sistem cerdas ini. Karena diharapkan nantinya sebuah mesin tidak
lagi tergantung terhadap keputusan manusia dalam pengambilan keputusan.
Sebuah sistem cerdas memiliki
3 komponen dasar, diantaranya
·
Artificial Neural Network
Komponen yang pertama yaitu Artificial Neural Network, membahas
tentang “bagaimana sel syaraf otak manusia bekerja?”. Artificial Neural
Network (ANN) merupakan asitektur dari sel syaraf otak manusia serta
simulasi bagaimana sel dyaraf otak bekerja. Artificial Neural Network atau
dapat diartikan “Jaringan Syaraf Tiruan” merupakan studi tentang meniru cara
kerja sel syaraf otak dimana dapat mengendalikan tindakan, tingkah laku sesuai
dengan keadaan lingkungan, menghasilkan suatu respon seperti gerakan tubuh dan
mimic wajah.
·
Artificial Intelligence
Komponen yang kedua yaitu Artificial Intelligence, membahas
tentang “bagaimana mesin dapat berpikir, berlogika, bertindak seperti manusia
?”. Artificial Intelligence (AI) merupakan simulasi, sesuatu yang
dimodelkan, mengkonsepkan bagaimana manusia itu berlogika. Artificial
Intelligence (AI) atau dapat diartikan “kecerdasan buatan” merupakan studi
tentang membuat teknologi dimana dapat melakukan hal-hal yang dapat dilakukan
oleh manusia dan dapat membantu pekerjaan manusia. Dari berbagai sudut pandang,
dari sudut pandang kecerdasan, Artificial Intelligence mampu membuat mesin
menjadi cerdas karena dapat melakukan sesuatu seperti yang dilakukan manusia.
Sehingga ketika ingin membuat sistem Artificial Intelligence (AI) perlu
memikirkan bagaimana kita akan membuat sebuah mesin dengan simulasi dan model
layaknya manusia dalam melakukan aktivitas.
·
Logika Fuzzy
Komponen yang ketiga yaitu logika fuzzy, membahas tentang “bagaimana
manusia merasa?, bagaimana perasaan manusia bekerja?”. Logika fuzzy disebut
logika yang samar (ambigu/ketidakjelasan) atau suatu konsep perasa. Logika yang
samar artinya logika yang memiliki sebuah nilai yang tidak hanya bernilai benar
atau salah, tetapi dapat bernilai diantara benar dan salah sebagai contoh
“sedang”, “cukup” dan sebagainya.. Logika fuzzy digunakan agar mesin diharapkan
dapat mempunyai unsur-unsur perasaan seperti manusia sehingga mesin tersebut
dapat mempunyai keinginan, serta mengambil keputusan dengan perasaan layaknya
manusia.
Terdapat 2 bagian utama yang dibutuhkan dalam sistem cerdas, diantaranya
1) Basis Pengetahuan (Knowledge Base) yang terdiri dari fakta-fakta, teori,
pemikiran & hubungan antara satu dengan lainnya.
2) Motor Inferensi (Inference Engine) yang merupakan kemampuan
menarik kesimpulan berdasarkan pengalaman.
No comments:
Post a Comment